Cara Menulis “Abstract”

Oleh: Zaki Mubarak

Gambar Kesehatan

Abstrak adalah gambaran menyeluruh dari sebuah laporan penelitian dari karya ilmiah. penyajiannya setelah judul, namun pembuatannya di akhir setelah semua komponen penelitian (IMRAD) selesai. Isi abstrak sejatinya adalah meringkas semua isi penting dalam penelitian. Pembaca akan memulai membaca abstrak sebelum tertarik kepada semua isinya. Biasanya ditulis dalam satu paragraph penuh dengan jumlah hurup 300 kata atau lebih sedikit. Jumlah abstrak bervariasi sesuai dengan aturan jurnal masing-masing, ada 250 kata, 200 kata, 150 kata bahkan 100 kata. Yang jelas tidak melebihi 300 kata. Tren saat ini di samping menggunakan satu paragraf, bisa juga beberapa baris (dalam satu paragraph) yang memuat; objective, method, result, discussion.

Aspek utama dalam abstract meliputi (1) keseluruhan tujuan penelitian dan masalah penelitian yang diinvestigasi.  Istilah untuk mengekspresikan tujuan ini bisa menggunakan “objectives” atau “burning issue”. (2) desain dasar dari peneitian. Hal ini bercerita tentang “method” yang bila menggunakan pendekatan APA (American Psychological Association) terdiri dari tiga hal penting yakni; participant, apparatus dan prosedur penelitian. (3) temuan utama penelitian atau trend yang ditemukan sebagai hasil dari analisis. (4) ringkasan singkat dari interpretasi dan simpulan yang dibuat. Semua tujuan yang disampaikan harus dijawab dan diinterpretasikan secara singkat dengan diksi yang tegas dan pas.

Di akhir abstract dipilihkan kata-kata kunci atau “keyword” yang relevan dengan penelitian. Hal ini sangat berarti bagi dunia digital dimana kata kunci bisa menjadi bagian penting dalam pencarian “serach engine” internet. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah pencarian digital tentang penelitian dimaksud. Karena begitu banyak artikel, maka “keyword” bisa mewakili seluruh isi penelitian dalam digitalisasi metadata. Namun, jumlah keyword tidak banyak, yakni tiga sampai lima kata yang relevan.

Jenis-jenis Abstract

 

Untuk menulis abstract, penulis juga perlu memilih beberapa jenis abstract. Ada empat jenis abstract yang bisa dipilih. (1) Critical Abstract atau abstrak kritis. Jenis ini menambahkan dalam penjelasan temuannya sebuah judgment atau komentar tentang validitas, realibilitas, atau kelengkapan penelitian di samping temuan dan penjelasannya. Peneliti mengevaluasi sendiri karya ilmiahnya dan membandingkan dengan tulisan lain dengan subjek yang sama. Abstrak kritis ini pun secara umum terdiri dari 400 – 500 kata lebih panjang karena ada komentar interpretative. Jenis ini jarang digunakan.

(2) Descriptive Abstract atau abstrak deskriptif. Jenis ini hanya memaparkan hasil penelitian, tanpa mengandung judgment tentang tulisan atau tidak menyediakan hasil dan simpulan penelitian. Abstrak memasukan keyword yang ditemukann dalam teks dan boleh menyertakan tujuan, method, dan skup penelitian. Secara esensial, jenis absrak ini hanya mendeskripsikan tulisan sebagai ringkasan. Beberapa peneliti mempertimbangkan jenis sebagai outline tulisan (IMRAD) daripada ringkasan keseluruhan. Biasanya, jenis abstract ini berjumlah 100 kata atau bahkan kurang. Dalam resipoteri (kumpulan hasil penelitian) di universitas, jenis ini banyak digunakan, yang mungkin sangat ringkas daripada abstrak sesungguhnya dari skripsi, tesis atau desertasi.

(3) Informative Abstract atau abstrak informatif.Abstrak inilah yang sering digunakan dalam karya ilmiah. Memang abstrak ini tidak mengkritik atau mengevaluasi tulisannya, namun jenis ini lebih dari sekedar menjelaskan (descriptive abstract). Abstrak informatif berperan sebagai wakil dari tulisan itu sendiri. Di dalamnya peneliti menyajikan dan menjelaskan seluruh argument utama dan hasil yang penting serta bukti dalam artikelnya. Jenis ini juga memasukan informasi yang ditemukan dalam abstrak deskriptif (tujuan, metode dan skup) namun juga memasukan hasil dan simpulan penelitian serta rekomendasi penulis. Panjang abstrak bervariasi sesuai dengan disiplin ilmunya, namun biasanya tidak lebih dari 300 kata.

(4) Highlight Abstract atau abstrak pokok. Jenis ini secara khusus digunakan untuk menarik perhatian pembaca saja terhadap penelitian. Tanpa dibuat-buat, jenis ini dibuat untuk menyeimbangkan atau melengkapi gambaran penelitian secara umum atau bahkan penjelasan tidak lengkap sebagai cara untuk mencetuskan ketertarikan pembaca. Abstrak model ini tidak bisa berdiri sendiri tanpa membaca lengkap isinya, bahkan bisa dikatakan sebagai “bukan abstrak”. Oleh karena itu, abstrak model ini jarang digunakan dalam tulisan akademik (karya ilmiah).

Gaya Menulis Abstrak

 

Beberapa strategi ini perlu diperhatikan sebagai gaya menulis abstrak. Hal ini bisa membantu membuat abstrak lebih baik. (1) gunakan kalimat aktif jika memungkinkan. Secara faktual, banyak konstruksi kalimat dalam abstrak dalam kalimat pasif (tanpa subjek), tapi sebaiknya, narasi abstrak menggunakan kalimat aktif. Tulislah kalimat abstrak secara singkat tetapi lengkap. Carilah kata sebagai poin yang cepat dipahami serta menggunakan kalimat “past tense” jika berbahasa Inggris. Ini disebabkan karena laporan penelitian telah selesai dilaksanakan (waktu lampau).

(2) Walaupun diletakan di awal tulisan, abstrak secara definisi harus ditulis terakhir sejak ringkasan tulisan itu dibuat. Untuk memulai menulis abstrak, ambilah kalimat yang menjadi prase kunci dari setiap bagian dan letakan dalam sebuah rangkaian kata sesuai tujuan artikel. Kemudian, revisi dan tambahkan kata atau prase penghubung untuk membuat sebuah kalimat naratif yang mengalirkan informasi secara sistematis. Sebelum menyelesaikan karya ilmiah, cek untuk meyakinkan bahwa informasi dalam abstrak lengkap dan sesuai dengan apa yang penulis tulis dalam isi karya ilmiah. Berpikirlah bahwa abstrak merupakan informasi paling penting yang ditulis sebagai wakil dari semua tulisan di dalamnya.

Yang Perlu Dihindari Abstrak

 

Abstrak adalah kalimat singkat dan lengkap namun dalam jumlah kata yang terbatas. Oleh karena itu, perlu menghindari (1) informasi latar belakang yang sangat panjang. Latar belakang bisa singkat namun mewakili, seperti dalam satu kalimat. (2) referensi literatur yang relevan. Abstrak tidak usah menjelaskan referensi hasil penelitian terdahulu atau teori relevan. (3) menggunakan kalimat eliptikal atau kalimat yang tidak lengkap. Pembaca akan kesulitan memahami jika kalimatnya tidak selesai. Gunakan kalimat yang “grammatical”.

Abstrak juga harus menghindari (4) rumus, jargon atau istilah yang mungkin memusingkan. Abstrak tidak membutuhkan rumus seperti dalam matematika yang memusingkan atau jargon yang penuh dengan asumsi. Itu semua bisa membuat bingung pembaca. (5) gambar terpilih, ilustrasi, chart, table atau referensinya. Abstrak tidak menyajikan gambar dan sebagainya sebagai infografik. Abstrak disajikan melalui narasi yang dapat dibaca dengan mudah dan cepat.

Silahkan download versi Pdf-nya

Cara Menulis Astract

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *