NEGARA ASING PERTAMA YANG MEMPEKERJAKAN PERAWAT GIGI INDONESIA

12419223_1756759644555861_2853462726703245199_o

Dammam, September 2016-Maulida Ibnu Sulaiman

Dental Nurse Tasikmalaya – Seperti yang kita banyak ketahui bahwa saat ini gelombang eksodus besar-besaran tenaga kerja asing ke Indonesia semakin marak. Didominasi oleh warga Tiongkok yang menurut berita yang dilansir dari harian nasional bahwa saat ini RRC sudah tidak punya lagi space untuk menampung 1 milyar lebih penduduknya yang makin tahun semakin bertambah. Bukan hanya itu, laman milik salah satu PJTKI ternama pun memberitakan bahwa telah ada puluhan tenaga supir dari Filipina yang siap meramaikan MEA yang memorandumnya sudah disahkan beberapa bulan yang lalu. Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) yang notabene adalah alat untuk menjadikan negara-negara Asia Tenggara maju dibidang ekonomi dan SDM, salah-salah bisa menjadi bumerang bagi negara-negara ASEAN khususnya Indonesia yang masuk dalam kategori negara berkembang dengan limpahan prospek pasar dan SDA yang menggiurkan. Pemerintah harus sungguh-sungguh memberikan pelayanan pelatihan kepada masyarakat produktif Indonesia agar dapat bersaing di MEA atau bahkan ketika seluruh negara di dunia menyetujui adanya pasar bebas seperti halnya MEA.

Lalu bagaimana kiprah Perawat Gigi Indonesia di luar negeri? Menarik kita simak!

Tahun 2014 menjadi titik dunia internasional melirik tenaga Perawat Gigi Indonesia. Dimulai saat perusahaan manpower di jakarta melayangkan iklan secara online bahwa perusahaan minyak raksasa Qatar Petroleum membutuhkan tenaga perawat gigi dengan segudang syarat yang sangat berat. Sekedar informasi, Qatar Petroleum adalah salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia miliki pemerintah Qatar. Dilansir dari situ resmi, dijelaskan bawah upah yang mampu didapatkan menyentuh hingga angkah 28.000 QR dengan kurs per 1 QR berkisar 3400-3600 rupiah. Dari jumlah fasilitas yang bombastis yang ditawarkan, animo perawat gigi indonesia masih sangat kurang. Untuk yang sudah mendapatkan posisi nyaman seperti PNS, Karyawan Rumah Sakit, atau Wiraswasta mungkin adalah alasan yang rasional, tetapi ketika yang menjadi alasan adalah  rasa takut dan ketidak-percayaan diri terhadap kemampuan yang dimiliki maka ini adalah salah satu sebab kenapa Perawat Gigi Indonesia masih belum berada dipuncak kejayaan. Memang tolak ukur kejayaan sebuah profesi adalah bukan dilihat dari dimana ia bekerja, tapi jika ia untuk percaya diri dan berani bersaing saja tidak memiliki tekad, lalu bagaimana ia akan melakukan sumbangsih pengorbanan untuk membawa perubahan yang masif?

Masih tahun 2014 ada dua perawat gigi asal Jawa Barat dan Jawa Tengah yang berkeyakinan mengikuti proses rekruitasi di Qatar Petroleum, berbekal bahasa inggris yang pas-pasan mereka pun memberanikan diri untuk tetap ikut. Sayang seribu sayang, singkat cerita Qatar Petroleum menghentikan proyeknya untuk merekrut tenaga Perawat Gigi Indonesia dengan alasan yang tidak bisa diutarakan. Namun saat itu proses pelatihan masih dijalankan. Oh ya, karena kebutuhan Perawat Gigi atau Dental Nurse di negara asing kebanyakan wanita, akhirnya peserta yang dari Jawa Barat dinyatakan gugur atau tidak diterima. Tersisa hanya tinggal Perawat Gigi dari jawa tengah. Pelatihan pun tetap dilaksanakan hingga awal tahun 2015.

Pada tahun 2015 setelah Qatar Petroleum memalingkan padangannya dari kita, datanglah tawaran dari Rumah Sakit di kota Mekah, Saudi Arabia. MMC atau Mecca Medical Center membutuhkan Perawat Gigi Indonesia untuk bergabung dan menimbah ilmu di dunia keperawatan gigi internasional.  Di tahun yang sama juga Kementrian Sosial Arab Saudi bidang Kesehatan merekrut satu tenaga Perawat Gigi Indonesia untuk diplot di Comprehensive Center di Propinsi Timur Arab Saudi.

Pada tahun 2016 banyak sekali tawaran-tawaran pekerjaan untuk tenaga Perawat Gigi Indonesia dari negara pemilik dua kota suci ini. Yang terakhir adalah Dentoplast Center dan Dr. Sulaiman Specialist Hospital yang membutuhkan hingga 7 orang perawat gigi Indonesia. Artinya saat ini dunia sadar bahwa tenaga keperawatan umum dan keperawatan gigi memiliki ranah yang berbeda, yang memiliki skill keahlian masing-masing dimana setiap skill keahlian tersebut tidak dapat bisa profesi lain tiru.

Maka sudah siapkah anda melestarikan citra baik Perawat Gigi Indonesia lewat Saudi Arabia sebagai gerbang pertama hingga ke penjuru dunia? Jika siap, persiapkan diri anda dari sekarang!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *